March 10th, 2008 by cah-bodho
Ngelangutkan diri antara Nijmegen dan Salzburg, tampak gelap malam tembuskan cahaya redupnya gugusan rumah-rumah kecil di tepian kanal-kanal Belanda…
lahan-lahan padang sisakan tempat bagi luapan kanal kala tertentu hingga tak kacaukan kegiatan manusia di luasan lainnya yang selalu tembuskan nafas-nafas kehidupan jua
dalam ngelangutkan diri sekelebat bayang tak jua pergi…tergiang masih susunan huruf-huruf yang meski tak panjang namun sarat dengan kedalaman… berat ya?… miss u
enggannya tangan tekan tombol tuk segera akhiri hidup kompie yang seolah sesegera itu merenggut seluruh bayang yang tergambar jelas barusan berkata… itukah kamu…
tak sekalipun jua perjumpaan terjadi, namun mengapa bayangmu begitu melekat tak juga beranjak meski kabel power sudah pula tercerabut dari sumbernya…
ngelangutkan diri dalam kereta malam yang menembus gelapnya kota-kota yang terlalui..dusseldorf, bonn, koln, frankfurt, munchen… adakah di kota berikutnya bayang ini khan relakan diri…
ataukah justru bayang ini mewujudkan melengkapi malam sepi dalam deru diri… manakah mungkin rindu khan bisa tercipta kala jumpa tak pernah nyata…
rindukah dengan kata-kata maya dalam dunia yang cepat bergerak? rindukah dengan icon-icon mungil yang ngumbar rasa tak terkata? rindukah jiwa dengan pertautan milik benda yang serupa dalam genggam….
inikah gadis imaginasiku…? diakah perempuan pelukan dunia mayaku? betulkan dia juga rasakan yang sedang kurasa? ataukah…
semaya dan sekhayal dunia yang tercipta lewat deretan binari mesin-mesin komputer…maka gadisku juga senyata deretan binari itu sendiri..yang segera lenyap ketika daya telah tercerabut dari sumbernya…
mengapa rindu terjadi pada gadis imaginasiku… bukankah…aku bisa saja ciptakan gadis imaginasi baru…
mengapa toch.. bayang imajinasi itu tak pergi???
ngelangutkan diri membelah malam menuju jatuhnya salju di negeri kahyangan… diriku memeluk malam…sendiri…
Posted in sampah kata | No Comments »
January 30th, 2008 by cah-bodho
Ketika engkau sendirian, ngelangut memandangkan gelapnya malam
tidakkah coba kau lihat betapa cerah malam itu
dan lihatlah diantara bintang-bintang tertabur dalam kerlap-kerlipnya
ada satu bintang yang mungil tampak bersinar lebih tajam
nach saat malam terang bertabur bintang itu kembali menyergapmu
sementara dirimu seolah tak ada yang peduli
lihatlah bintang mungil itu
yang sedang menatapmu seoalh hendak berkata-kata
maka biarlah bintang itu menjadi tumpah ruah rasamu saat itu
andai sepi kaurasakan heninglah yang akan terjawab
andai pedih yang kaurasakan pilulah bintang itu akan mengerti
andai pula bintang itu tak berkata-kata akan sedih, gundah, gelisah dan segala keresahan yang membuncah dadamu… setidak-tidaknya lihatlah bahwa ia ikut menangis bersamamu
atau jika rasamupun begitu bahagia namun tak seorangpun merasakan kebahagiaan itu
lihatlah pula bintang itu yang ikut menari dan memancarkan pendar-pendar ceria tuk ikut rasakan denganmu
jadi…
lihatlah bintang itu apapun yang kau rasakan..
karena disitulah akukan menunggu dan memperhatikanmu.. tanpa harus ada yang terluka, tanpa harus ada yang terkhianati
dalam sepi bintang itulah diriku selalu setia memperhatikanmu apapun rasa yang sedang kau alami…
bintang itu…
Posted in sampah kata | No Comments »
January 2nd, 2007 by cah-bodho
nothing to say is said when:
I really don’t have anything to say
I wanna say it but I decided for not saying it
I have to say something yet I know it would hurt somebody I care
I want to say it but somebody told me not to say it
do you have anything to say???
Posted in sampah kata | 2 Comments »
March 24th, 2006 by cah-bodho
I am sitting on my desk in this very quiet classroom, teacher keep wandering around checking either one of us doing our homework or not. I am sitting here in the back of a beautiful girl to whom I think I fall in love. I keep busy thinking sentences to be said to that girl. Up to now, despite all efforts that i have tried, no sentence is found. I am sitting here watching the unzip skirt from the beautiful girl who sits in front of me without knowing what word should I say, to let her know that the skirt is unzip or to let her know that I enjoy the view…
I am sitting here in my desk…letting everything happen… AM i wrong….
Posted in sampah kata | No Comments »
December 6th, 2005 by cah-bodho
di dalam lingkaran yang hitam tersembul titik putih, di dalam bagian yang
putih ternoktah titik hitam
agama samawi telah mengajarkan kepada kita bahwa tuhan adalah lawan hantu
dan tuhan tak mau diseterukan… dosa yang tak terampunkan.. buat kita
berpikir hitam dan putih…
padahal dunia adalah pelangi… tak hanya hitam dan putih…
bahkan hitam dan putih tak pernah dianggap sebagai warna… karena putaran
cepat semua warna jadikannya putih… hilangnya cahaya jadikannya hitam…
ketika kita memiliki kemampuan yang besar… maka siaplah diberi
tanggungjawab yang besar
karena kemampuan yang terekspresikan bagaikan cahaya yang memendarkan warna
bak pelangi
banggalah jiwa yang dibutuhkan banyak orang…karena dialah cahaya pembawa
warna kehidupan
semakin berputar engkau cepat…semakin putihlah sinar yang kau bawa
Namun,…
hitam tak selalu berarti jelek… pola pikir agama samawilah yang bilang
hitam representasi kegelapan dan dekat dengan setan… padahal hitam justru
warna yang bisa dipakai dalam segala perkara… bukankah tuxedo untuk pesta
ria termewah berwarna hitam… namun kematian dengan iringan tangis terisak
tersedu juga berbaju hitam. Hingga keterusan… orang hitam lebih jelek dari
orang putih.. ramailah kemudian produk memutihkan badan…
Kala pemberi warna kehidupan sudah merasa berputar dengan cepat hingga tak
ada lagi warna yang menyertai hidupnya hanya kehampaan putih semata… bagai
baju duka yang dikenakan teman-teman china kita… hampalah pula warna
hidupnya… ingin rasanya menemukan warna kehidupannya sendiri…
pada titik itulah sebenarnya… bagian putih dalam lingkaran membutuhkan
noktah hitam…
hening dalam kegelapan… karena gelap adalah damai dan bukan terang…
bagai bayi hendak masuk ke dalam gelapnya rahim sang ibu…
hingga menangis kala dipaksa keluar dari dalamnya…
itulah refleksiku… ada saatnya putaran cepat yang merubah warna kehidupan
menjadi putih pucat… dihentikan sejenak untuk menemukan keheningan dalam
gelapnya kehidupan…
apakah ini mediocre… hingga harus mencapai puncak tangga kehidupan…
bukankah itu warisan pemikiran bahwa tuhan ada di atas sana… dan setan
berada di perut bumi… manusia ada di muka bumi… sang mediokre itu
tidakkah pernah berpikir… bahwa jangan-jangan betullah kita mahluk
sempurna yang berada diantara langit dan bumi… tepat di jalan tengah
sempurna… kitab-kitab kong hu cu mengatakan itu, tao berbicara ke kosongan
jiwa dalam kematangan menyeimbangkan kepentingan… jawa bicara tentang urip
yang sakmadya…. ancient wisdom bicara yin dan yang…
tahukan bahwa istilah yahweh… dengan simbolnya YHWH adalah tidak jauh
berbeda dari yin dan yang… cyclis kehidupan yang berputar…
tuhan..hantu…tuhan…hantu… dan nama Yesus dengan simbol YHSWH adalah
jalan tengah itu… jangan-jangan gereja yang dipengaruhi pemikir-pemikir
eropa yang menjauhkan ancient wisdom manusia timur tengah dengan etika
protestannya… itu… weberian… yang maunya serba tertata dan menuju
puncak… jangan-jangan menjadi mediokre justru mengarah kepada
kesempurnaan…
Posted in Uncategorized | No Comments »
September 21st, 2005 by cah-bodho
If you had a chance to walk in the winter night in a small city somewhere in Europe, what would you think of ?
of how safety was the street, of how lonely are you, or of cold weather that sneaked into your clothes directly touched your bones?
I had that chance, but it was warm all the time çoz I remember your smile at me not so long ago, I was scared of not having another chance to see the bright in your eyes like what I did that evening, I felt that your promise not to leave me alone had accompany me even without your presence
Am I crazy to walk alone at night without being lonely? Am I strong enough to conquer the coldness of middle winter night? Am I that stupid to smile alone while letting my foot left the print on the pathways surfacing in a thin layer of snow?
Or it is what they called as falling in love so that crazy enough to escape from reality? Being crazy, strong and happy juts by remembering you ?
Dunno then, just wanna enjoy the night walking alone in the small city in the middle of winter somewhere in Europe
Please ignore my presence…
Posted in sampah kata | No Comments »
September 10th, 2005 by cah-bodho
Pernahkah engkau berpikir andai terlahir kembali, akankah mentari yang kutatap adalah sama seperti mentari yang kulihat saat ini? tak mungkinkah aku memilih menatap mentari yang lebih condong ke bumi tanpa harus tambahkan panasnya bahkan malahan bikin aurora norway terjadi dengan begitu indah di depan mataku?
Pernahkah engkau berpikir andai hidup diulangi, akankah mentari hatiku tetap dirimu yang telah setia menemani hari-hari burukku? yang hanya mampu terkapar di ranjang busuk dengan penyakit yang muncul karena kesalahan diriku tanpa kau pernah menyalahkanku apalagi meninggalkanku?
Pernahkah engkau berpikir andai engkau terlahir kembali, akankah cinta yang kau dapatkan memang hanya satu dan tunggal dan bukannya beragam hingga benar-benar bisa bedakan cinta yang satu dengan lainnya tanpa harus ada yang merasa telah terampas cintanya?
Tampaknya memang kita tak bisa terlahir kembali…ataupun kalau bisa mungkin kita memang tak bisa memilih kehidupan yang kita akan jalani kembali…
lalu… mengapa tidak kita nikmati saja hidup ini… setiap menit yang tersisa dalam kesenangan hingga tak kawatirkan hidupku yang lain… entah dalam parallel waktu saat ini atau dalam serial berikutnya…
Posted in Uncategorized | No Comments »
August 14th, 2005 by cah-bodho
Ada yang bilang bahwa pertemuan ini akan cepat berakhir, tapi aku ngga yakin itu terjadi, maka aku tetap ngotot kalau ini bakalan jadi lama
Ada yang bilang bahwa perpisahan ini akan segera terlupakan, tapi aku segera menolak ide itu, maka aku tetap bertahan duduk di sini
Lalu kawanku mulai pergi, mencari jejak mentari pagi yang mengangkat embun dalam dedaunan dini hari sambil mengayuhkan kaki sendiri
Yang diam juga tertunduk sepi ngelangut dengan detak jantung yang berbunyi tak lagi hiraukan aku yang coba untuk bertanya jawab dengan bayangan mati
maka secepat angin dingin berhembus menerpa menelisip ke dalam sela-sela mantel buluku, tak kurasakan lagi kehangatan pertemuan itu
perpisahan telah benar terjadi, meski ada yang jaraknya hanya sejengkal hati…
aku belajar bahwa jarak adalah imajinasi yang menjadi, berdiam diri bukan berarti tinggal di sisi. Beranjak pergi tak selalu menjauhkan diri
yang jauh jadi lebih berarti, yang dekat malah semakin tak terkenali…
kawan… aku tetap di sini, entah kamu menjauh atau menepi
sampai angin menyapu diri dan aku menguap mati…
Posted in sampah kata | No Comments »
July 31st, 2005 by cah-bodho
Pernahkah engkau melihat…bahwa awan putih tak setia lagi pada langit biru pergi cepat mengusir nafas pisahkan hidung dari hembusannya
pernahkah engkau juga saksikan…bahwa air tak lagi mau dampingi sungai menuju ke muaranya kering membatu tak tampakkan kehidupan yang memilukan
pernahkan engkau merasakan separuh jiwa terbang melayang tak tersentuh raga yang dahaga rindukan nyawa tuk berbaur rasa dan asa yang menyakitkan
itulah saat orang bilang bahwa cinta berpaling dari dunia…
bisakah itu…
benarkah cinta pernah berpaling…
jangan-jangan dunia yang lagi duduk membelakangi cinta, hingga tak bisa merasakan bahwa awan putih yang kemudian menghitam adalah bagian dari cintanya untuk bisa luruh ke bawah dan menampakkan betapa langit biru tanpa awan sangatlah layak tuk dinikmati dan dikagumi
jangan-jangan sirnanya air dari sungai bikin batu-batu di sungai sadar jadi perhatian untuk bisa diambil jadikan pondasi rumah yang kuat tak tergoyahkan dan bukan pasir belaka yang segera sirna ditelan gempuran air
jangan-jangan separuh nyawa sengaja menghilang untuk bisa rasakan betapa berartinya kehidupan dengan dia disisimu hingga tak merasa bahwa hidupnya jadi penuh karena kebersamaannya…
jadi.. cintakah yang berpaling dari dunia…
atau dunia sedang tak mau menyapa cinta???
Narcisiuskah mengagumi bayangannya di permukaan kolam ataukah kolam kagumi pantulan dirinya di bening mata Narcisius…???
Posted in sampah kata | No Comments »
July 15th, 2005 by cah-bodho
Quoted from The Alchemist by Paulo Coelho:
Love and Career:
“ You must understand that love never keeps a man from pursuing his Personal Legend. If he abandons that pursuit it’s because it wasn’t true love…The Love that speaks to the Language of the World”. (p.122)
Love and the Future:
“ How do I guess at the future? Based on the omens of the present. The secret is here in the present. If you pay attention to the present, you can improve upon it. And, if you improve on the present, what comes later will also be better. Forget about the future, and live each day according to the teachings, confident that God loves his children. Each day, in itself, brings with it an eternity.” (p.104)
Love and the Distance/Private Matter:
“From where I am”, the sun said, “ I can see the Soul of the World. It communicates with my soul, and together we cause the plants to grow and the sheep to seek out shade. From where I am, and I am long away from the Earth, I learned how to love, I know that if I came even a little bit closer to the earth, everything there would die, and the Soul of the World would no longer exist. So we contemplate each other, and we want each other, and I give it life and warmth, and it gives me my reason for living.” (p.150)
Posted in Uncategorized | No Comments »