Kawan… kamukah itu?
Pergi menyisir pantai yang mengalir
Adakah bunyi mendesir dari ombak ikut mengukir
Camar melayang menembus awan putih yang menari
Tampak berseri temui kawan kembali…
Meski pucat pasi masih terlihat
Tidak ada rasa untuk tolak yang diminta
Ringan hati balas menyambut yang dipinta..
Lupakan luka yang sedang dirasa
Bencinya aku pada diriku semata
Tega-teganya minta pada yang lagi luka
Siapakah aku hingga berani berkata
Aku ga punya ticket kesana…
Hebat nian dikau suka membantu..
Tak ada kata yang bisa tergambar
Tuk sampaikan rasa terima kasih ku
Karena ucap sepertinya sudah diumbar
Sekejap kenal bagai sahabat senyawa
Tak puas rasanya hanya lalui pesan singkat
Maka tertulislah sampah kata ini saja
Hanya satu yang kutahu..
Pasti dikau kawan yang siap bantu
Terima kasih kawan…
Kaukah yang berhasil mengetuk pintuku???…
Kawan… kamukah itu?
Hanya tetes kecil mengalir hangat di pipi…