Kamar Tersembunyi

Dulu aku punya kamar di belakang lemari pakaianku

Kala gundah menerjang gulana hingga memerah raga

Aku segera merangkak menuju ruang pengap dan sunyi itu

Hingga aku rasakan penderitaan di kamar itu lebih berat dari gundahku

Sudah lama aku tak masuki lagi kamarku itu

Karena tak pernah lagi gundahku begitu gulana

Yang buatku segera ingin menerobos dan diam dalam kamarku

Karena hidupku justru datar tak bergelombang

Hari demi hari

Detik demi detik

Kulalui bagai pedati menarik kumpulan bamboo di pagi buta

Namun…

Gundahku kurasakan lagi..

Seiring dengan getar semangat gelora dada membuncah..

Seturut itu pula takut mengkerucut menusuk hati…

Bayang gadisku… emang hendak tak kuraih…

Karena jelas sudah.. nyata tak

kan

tergapai..

Namun justru dalam dunia bayang akrabku semakin mengurai

Menelisip ke dalam relung-relung yang dalam..

…haruskah bayang gadisku kubiarkan lepas..

Dan aku masuki lagi kamarku…

Hingga sakit akan lepasnya bayang gadisku…

Tergantikan sakit dan pengapnya kamar gelapku…

Bayang gadisku… tegakah kau biarkan aku masuki kamar gelapku..?

Leave a Reply