Aku di sini Kau di sana

Ada

rindu dendam teronggok menyesak di sudut ruang baru

Tergeletak dalam kesunyian yang mencerabut berisik daun

Terbayang sudah janji temu yang

kan

menghapus segala dahaga

Bagai gemericik air mengalir ringan di tengah oase

padang

pasir

Bayang temaram matahari sore jelaskan waktu yang mendekat

Hampiri degup dada yang berlari cepat

Hendak tak sabar bertemu bayang diri yang tersamar

Malam yang dinanti semakin jelas tergambar

Petang ternyata terlambat datang menjelang

Alam belum lagi mendukung mentari tuk segera berlari

Hingga malam temu tak lah segera berkunjung

Sisakan rindu dendam masih tetap teronggok di ujung

Aku di sini kau di

sana

Kita dimana???

Leave a Reply