Jalan Tengah Sempurna
Tuesday, December 6th, 2005di dalam lingkaran yang hitam tersembul titik putih, di dalam bagian yang
putih ternoktah titik hitam
agama samawi telah mengajarkan kepada kita bahwa tuhan adalah lawan hantu
dan tuhan tak mau diseterukan… dosa yang tak terampunkan.. buat kita
berpikir hitam dan putih…
padahal dunia adalah pelangi… tak hanya hitam dan putih…
bahkan hitam dan putih tak pernah dianggap sebagai warna… karena putaran
cepat semua warna jadikannya putih… hilangnya cahaya jadikannya hitam…
ketika kita memiliki kemampuan yang besar… maka siaplah diberi
tanggungjawab yang besar
karena kemampuan yang terekspresikan bagaikan cahaya yang memendarkan warna
bak pelangi
banggalah jiwa yang dibutuhkan banyak orang…karena dialah cahaya pembawa
warna kehidupan
semakin berputar engkau cepat…semakin putihlah sinar yang kau bawa
Namun,…
hitam tak selalu berarti jelek… pola pikir agama samawilah yang bilang
hitam representasi kegelapan dan dekat dengan setan… padahal hitam justru
warna yang bisa dipakai dalam segala perkara… bukankah tuxedo untuk pesta
ria termewah berwarna hitam… namun kematian dengan iringan tangis terisak
tersedu juga berbaju hitam. Hingga keterusan… orang hitam lebih jelek dari
orang putih.. ramailah kemudian produk memutihkan badan…
Kala pemberi warna kehidupan sudah merasa berputar dengan cepat hingga tak
ada lagi warna yang menyertai hidupnya hanya kehampaan putih semata… bagai
baju duka yang dikenakan teman-teman china kita… hampalah pula warna
hidupnya… ingin rasanya menemukan warna kehidupannya sendiri…
pada titik itulah sebenarnya… bagian putih dalam lingkaran membutuhkan
noktah hitam…
hening dalam kegelapan… karena gelap adalah damai dan bukan terang…
bagai bayi hendak masuk ke dalam gelapnya rahim sang ibu…
hingga menangis kala dipaksa keluar dari dalamnya…
itulah refleksiku… ada saatnya putaran cepat yang merubah warna kehidupan
menjadi putih pucat… dihentikan sejenak untuk menemukan keheningan dalam
gelapnya kehidupan…
apakah ini mediocre… hingga harus mencapai puncak tangga kehidupan…
bukankah itu warisan pemikiran bahwa tuhan ada di atas sana… dan setan
berada di perut bumi… manusia ada di muka bumi… sang mediokre itu
tidakkah pernah berpikir… bahwa jangan-jangan betullah kita mahluk
sempurna yang berada diantara langit dan bumi… tepat di jalan tengah
sempurna… kitab-kitab kong hu cu mengatakan itu, tao berbicara ke kosongan
jiwa dalam kematangan menyeimbangkan kepentingan… jawa bicara tentang urip
yang sakmadya…. ancient wisdom bicara yin dan yang…
tahukan bahwa istilah yahweh… dengan simbolnya YHWH adalah tidak jauh
berbeda dari yin dan yang… cyclis kehidupan yang berputar…
tuhan..hantu…tuhan…hantu… dan nama Yesus dengan simbol YHSWH adalah
jalan tengah itu… jangan-jangan gereja yang dipengaruhi pemikir-pemikir
eropa yang menjauhkan ancient wisdom manusia timur tengah dengan etika
protestannya… itu… weberian… yang maunya serba tertata dan menuju
puncak… jangan-jangan menjadi mediokre justru mengarah kepada
kesempurnaan…