Menguap tersapu angin
Sunday, August 14th, 2005Ada yang bilang bahwa pertemuan ini akan cepat berakhir, tapi aku ngga yakin itu terjadi, maka aku tetap ngotot kalau ini bakalan jadi lama
Ada yang bilang bahwa perpisahan ini akan segera terlupakan, tapi aku segera menolak ide itu, maka aku tetap bertahan duduk di sini
Lalu kawanku mulai pergi, mencari jejak mentari pagi yang mengangkat embun dalam dedaunan dini hari sambil mengayuhkan kaki sendiri
Yang diam juga tertunduk sepi ngelangut dengan detak jantung yang berbunyi tak lagi hiraukan aku yang coba untuk bertanya jawab dengan bayangan mati
maka secepat angin dingin berhembus menerpa menelisip ke dalam sela-sela mantel buluku, tak kurasakan lagi kehangatan pertemuan itu
perpisahan telah benar terjadi, meski ada yang jaraknya hanya sejengkal hati…
aku belajar bahwa jarak adalah imajinasi yang menjadi, berdiam diri bukan berarti tinggal di sisi. Beranjak pergi tak selalu menjauhkan diri
yang jauh jadi lebih berarti, yang dekat malah semakin tak terkenali…
kawan… aku tetap di sini, entah kamu menjauh atau menepi
sampai angin menyapu diri dan aku menguap mati…