Archive for July, 2005

Ketika Cinta Berpaling dari Dunia

Sunday, July 31st, 2005

Pernahkah engkau melihat…bahwa awan putih tak setia lagi pada langit biru pergi cepat mengusir nafas pisahkan hidung dari hembusannya

pernahkah engkau juga saksikan…bahwa air tak lagi mau dampingi sungai menuju ke muaranya kering membatu tak tampakkan kehidupan yang memilukan

pernahkan engkau merasakan separuh jiwa terbang melayang tak tersentuh raga yang dahaga rindukan nyawa tuk berbaur rasa dan asa yang menyakitkan

itulah saat orang bilang bahwa cinta berpaling dari dunia…

bisakah itu…

benarkah cinta pernah berpaling…

jangan-jangan dunia yang lagi duduk membelakangi cinta, hingga tak bisa merasakan bahwa awan putih yang kemudian menghitam adalah bagian dari cintanya untuk bisa luruh ke bawah dan menampakkan betapa langit biru tanpa awan sangatlah layak tuk dinikmati dan dikagumi

jangan-jangan sirnanya air dari sungai bikin batu-batu di sungai sadar jadi perhatian untuk bisa diambil jadikan pondasi rumah yang kuat tak tergoyahkan dan bukan pasir belaka yang segera sirna ditelan gempuran air

jangan-jangan separuh nyawa sengaja menghilang untuk bisa rasakan betapa berartinya kehidupan dengan dia disisimu hingga tak merasa bahwa hidupnya jadi penuh karena kebersamaannya…

jadi.. cintakah yang berpaling dari dunia…

atau dunia sedang tak mau menyapa cinta???

Narcisiuskah mengagumi bayangannya di permukaan kolam ataukah kolam kagumi pantulan dirinya di bening mata Narcisius…???

What the True Love Is?

Friday, July 15th, 2005

Quoted from The Alchemist by Paulo Coelho:

Love and Career:

“ You must understand that love never keeps a man from pursuing his Personal Legend. If he abandons that pursuit it’s because it wasn’t true love…The Love that speaks to the Language of the World”. (p.122)

Love and the Future:

“ How do I guess at the future? Based on the omens of the present. The secret is here in the present. If you pay attention to the present, you can improve upon it. And, if you improve on the present, what comes later will also be better. Forget about the future, and live each day according to the teachings, confident that God loves his children. Each day, in itself, brings with it an eternity.” (p.104)

Love and the Distance/Private Matter:

“From where I am”, the sun said, “ I can see the Soul of the World. It communicates with my soul, and together we cause the plants to grow and the sheep to seek out shade. From where I am, and I am long away from the Earth, I learned how to love, I know that if I came even a little bit closer to the earth, everything there would die, and the Soul of the World would no longer exist. So we contemplate each other, and we want each other, and I give it life and warmth, and it gives me my reason for living.” (p.150)

The Journey is the destination

Thursday, July 14th, 2005

Ketika orang berpindah, apakah dia bergerak?

ketika dia bergerak, apakah dia berpindah?

tak bisakah gerak dipisahkan dari pindah?

tak bisakah pindah diceraikan dari gerak?

waktu terus bergerak…kata orang

mengapa tak pernah disebut waktu itu berpindah

bukankah detik jarum jam itu juga berpindah kala waktu bergerak

tapi apakah waktu itu… bagaimanakah waktu dapat berpindah

sementara aku tetap di sini…

tak bisakah aku berpindah… tanpa bergerak…

ketika aku duduk melamun… orang liat aku tak bergerak barang sesaat

tapi betulkan aku tak berpindah…

gerak mungkin membuat sepertinya perjalanan harus mencapai suatu tujuan

the journey must have a destination

but can we just make a journey as our destination?…

a place is just a location… a space of journay is the aim….

dan everyday… is our journey…

when time moves.. we might stand still yet at the same time we move…

oh what a world like this… full of paradox…