Archive for June, 2005

Daun Gugur di Musim Semi

Wednesday, June 29th, 2005

Tunas baru saja kuncup memulai

Daun yang hilang sudah siap bergemulai

Kicau burung warnai malam yang usai

Sinar mentari juga buat daunan menjuntai

Pagi musim semi yang sisakan dingin

Tampakkan kehangatan jiwa yang membeku

Bersamaan dengan salju yang menguning

Tibalah sudah masa baru bercahaya

Satu demi satu putik bunga tersusun

Mencari makna di sela sempitnya waktu

Kicau demi kicau telah penuhi hati nan sendu

Tampak benar suara yang lebih merdu

Inikah saat aku nikmati

Kehidupan yang berbeda dari yang lalu

Inikah pohon yang bisa aku tempati

Inikah burung yang bakal selalu isi hati

Lupakah masa dingin yang baru saja berlalu

Hingga semi bersulang diri

Ternyata mata memang tertutup hati

Kicau burung untuk semua

Teduhan pohon untuk bersama

Tak ada yang khusus untukku

Tak ada yang istimewa bagimu

Atau…

Semua bisa bilang…

Burung bernyanyi hanya untukku

Pohon teduhkan hanya jiwaku

Karena demikianlah adanya

Tapi…

Jangan kecewa bila

Ternyata semua bisa bilang begitu

Ada lagu khusus untuknya…

Maka

Daunpun luruh

Meski semi baru dimulai

Ketika Cinta Memeluk Dunia

Thursday, June 23rd, 2005

Apakah yang bisa dilakukan orang ketika panah cupido telah menusuk hati

Sakitkah dia rasakan? Senangkah dia nikmati ?

Bukankah bagaimanapun juga, panah itu telah menusuk hati

Sama seperti tusukan lainnya

Selalu melukai benda yang terkena tusukan

Namun panah cupido memang berbeda

Tusukannya tak pernah menyakiti

Tusukannya tak pernah melukai

Ketika hati masih membara menatap mata

Ketika jantung masih berdesir menyentuh dada

Ketika degupan keras makin terdengar kala bercanda

Ketika senyuman manja masih memenuhi jiwa

Ketika itulah cinta memeluk dunia

Lalu…

Terus…

Ketika semua ketika itu tiada

Tatapan mata tak lagi menyentuh hati

Sentuhan tangan tak lagi bikin jantung berdesir

Candanya semakin terasa hambar menggema

Manja senyumannya bikin muntah tak tertahankan

Masihkan cinta memeluk dunia

Cintakah yang pernah terasa sebelumnya ?

Atau sukakah itu

Inikah saat..

Luka panah cupido terasa

Tusukan panah cupido tertanam…

Maka tiap kali engkau merasa cinta sedang memeluk dunia

Ingatlah kembali tentang luka dan tusukan panah cupido

Yang membekas di dalam hati…

Maka tiap kali engkau merasakan luka tusukan panah cupido

Obat yang paling gampang adalah

Bidikan lagi panah cupido

Dan rasakan kemudian semua ketika

Yang menghilangkan luka tusukan

Jangan justru diam nikmati dan renungi

Luka tusukan si cupido

Biarkan cinta kembali memeluk dunia

Hingga panah cupido beraksi kembali

Maka…

Jangan takut jatuh cinta lagi…

Jangan takut katakan truth

Dan hanya pilih dare

Bila itu bikin

Cinta memeluk dunia…

Waiting

Saturday, June 18th, 2005

It has been a long journey

Since we separated in the station

Tracing the road of sadness

Back to the old lonely man

What should we left remain

Except the old good memory

Of what we had before

Embracing hand in hand

Should we are prohibited

Therefore would not last long

But how can I forget

The breath within our heart

Is that the time that count

Or what we felt inside

Should I then expected

That you will soon return

Will you find the way

To our good old days

Or you will lost somehow

Return to whom you belong

Then I will be right here

Waiting the emptiness

Surrounds me endlessly…

Waiting the impossible dream comes true

Will I be waiting…

Without knowing the time

Or whom should I wait

Or where have to wait

The dumbest guy is here

Doing nothing but waiting…

I have a beautiful dream

Tuesday, June 14th, 2005

The night was late when the moon was red

I came too late to go directly to bed

I found someone who made me thrilled

He was the one whom I secretly admired

He was there seemed so expected

Was it true that I have been waited

Was it right to make it that night

Hesitation was the term of the night

Yet the coldness attacked

Forced me to bed

With a perfect touch

I was ready to surrender

He made the woman out of me

The one that has never done before

By anybody else

Smoothness hand went all over me

The deepest breath warmed me right

To unclothes the things I have resisted

Yet the nicest touch with a deepest whisper

Made me confess that he was good

No need to be worried for the future ahead

Enjoy the night as long as we had

Until the morning shine wake us up

I laid on my own and he disappeared

Was it a dream that I have just had

What a nice dream that I have thought

But as ordinary dream

It was also a short

A short dream that I have

Will last life-long…

Since it was the first time

To be touched…

I had a dream… a beautiful one

That last forever…in memory

Within our life, within our self…

What a sweet dream I won’t forget

Asa tenggelam

Monday, June 13th, 2005

Langit tampak segera berubah arah

Awan lekas datang menyergap

Hampir ku tak tahu apa yang musti kujarah

Karena hatiku lagi diperparah

Tak kusangka temu sesaat saja

Akan segera bikin hati bergerak

Padahal lama sudah tak berubah

Inikah saat kuharus akui

Hati memang tak bisa dikendali

Katakan saja yang dirasa begitu

Walau otak coba pahami

Masih saja timbulkan pilu

Saat bersama memuja rasa

Tampak terjadi begitu saja

Tak ada niatan untuk selamanya

Karena saling tahu posisi kita

Ketika saat bersama tiada

Jelaslah bahwa tak sekedar berada

Dalam hati jadi gulana

Kerna sudah tak bisa berdua

Ada sedih menelisip jiwa

Hancurkan asa yang sempat membara

Tak mungkin lagi kondisi yang ada

Bakal satukan asa yang lama

Meski ketemu di kala nanti

Sudah berubah suasana diri

Tak lagi bisa berpuas hati

Asa tenggelam jadilah pasti

Asa ini tak boleh bernyanyi

Karena kondisi tak lagi sehati…

Asa.. telah tenggelam dini

Bawa pedih dan nyeri tak terperi…

Aku Bahagia

Tuesday, June 7th, 2005

Tidak… kata-kata selalu tidak cukup tuk gambarkan kebahagiaan

Tidak… tangispun tak pernah setara dengan kebahagiaan

Tidak… ketawa tergelak tak mampu gambarkan gejolak di dada

Jadi… aku bahagia yang tak tergambarkan

Hanya bisa kurasakan bersama yang ingin merasakan.

AKU BAHAGIA

Awan Kelabu Memagut Sepi

Friday, June 3rd, 2005

Kawan, pernahkah engkau melihat awan kelabu memenuhi angkasa

Harapan akan hujan menjadi sesuatu yang tak tertanyakan

Haruskah hitam gelap membuat kelabunya awan terusir di sana

Tak bisakah justru lembutnya angin menjatuhkannya

Hingga kelabu tak harus berubah hitam memekat

Tapi segera sirna mengubah diri menjadi tiada

Hujankah yang buat suasana jadi mengeruh

Ataukah hujan yang singkirkan kelabu awan jadi mega putih

Birukah langit yang lalu segera dinanti…

Kawan, pernahkah engkau memasuki daerah kelabu

Yang sangat memabukkan hati dengan buaian kecapi

Harapan sudah segera meraih jemari yang menari

Tinggal selangkah lagi pasti kan sangat berarti

Akankah itu jadi langkah tinggalkan daerah abu-abu

Songsong gelapnya hitam yang mengancam berat

Ataukah justru itu dorongan hati yang lagi bernyanyi

Sekedar mantapkan diri pada orang yang terjanji

Kawan, tak bisakah kita sejenak tinggal di sini

Kala sang waktu semakin menghampiri

Lupakan hitam dan putih sang lawan abadi

Nikmati kelabunya awan yang menyendiri

Sunyi duduk dibangku taman yang menanti

Akankah dia menghampiri sang mentari

Ataukah tunggu sang mentari hampiri diri

Dua hati tampak sudah saling berjanji

Tinggal diam di daerah kelabu yang nyeri

Melawan gejolak gemuruh geluduk yang tak terperi

Hingga awan kelabu memagut sepi

Dan abu-abu tetap abu-abu

Tak mendekat pada hitam dan putih

Meski nyeri semakin mendera tak tertahan

Nyali diri sudah semakin lari…

Mengapa ini terjadi pada diri yang lagi sendiri

Andai saja langkah yang kumulai segera disambut kawan sehati

Akankah diri bergirang nyanyi

Bahwa kelabu tak memagut sepi lagi

Tapi sudah mengubah diri jadi hujan sehari

Siram kemarau dalam setahun hari…

Tapi hingga kini

Awan kelabu tetap memagut sepi

Dua hati tampak menanti

Siapa dulu menyerah diri pada keinginan hati berseri…

I wish The Time Stopped There

Thursday, June 2nd, 2005

It was the time you held my hand

The time I felt that your hand was in my hand

The warm of your hand easily burnt my hand

Keeping away the coldness on the tip of my finger

It was the time that your hug embraced me

The time I felt that your hand circled my body

The touch of my head in your chest

Warmed me enough with the breath of yours

It was the time you sit next to me

The time I felt your presence meant more than anything

The hard rain we just had did not bother me longer

The heat of yours sitting next to me was warm enough

It was the time you talked to me

The time I felt your words grew stronger and deeper

The content of the talk kept me flied to the moon

Saying that you care for me was more than just enough

I wish the time stopped there

So that the journey would never end

The bus will never stop

The train will keep on rolling

The flight will still be on the air

Coz I know…

When the journey is ended

The destination is reached

You’ll soon be gone to yours

And I shall return to mine

Then our time has just a memory…

Wish the time stopped there

When you were still embracing me…

Holding my hand when the journey was still on….

I wish the time stopped there… 

Difference between the one you like and the one you love

Thursday, June 2nd, 2005

(By Mark May 26, 2005)

In front of the person you like, your heart beats faster But in front of the person you love, you get happy.

In front of the person you love, winter seems like spring. But in front of the person you like, winter is just beautiful winter.

If you look into the eyes of the one you like, you blush. But if you look into the eyes of the one you love, you smile.

In front of the person you like, you can’t say everything on your mind. But in front of the person you love, you can.

In front of the person you like, you tend to get shy. But in front of the person you love, you can show your own self.

You can’t look straight into the eyes of the one you like. But you can always smile and stare into the eyes of the one you love.

But when the one you like is crying, you end up comforting. When the one you love is crying, you cry