Daun Gugur di Musim Semi
Wednesday, June 29th, 2005Tunas baru saja kuncup memulai
Daun yang hilang sudah siap bergemulai
Kicau burung warnai malam yang usai
Sinar mentari juga buat daunan menjuntai
Pagi musim semi yang sisakan dingin
Tampakkan kehangatan jiwa yang membeku
Bersamaan dengan salju yang menguning
Tibalah sudah masa baru bercahaya
Satu demi satu putik bunga tersusun
Mencari makna di sela sempitnya waktu
Kicau demi kicau telah penuhi hati nan sendu
Tampak benar suara yang lebih merdu
Inikah saat aku nikmati
Kehidupan yang berbeda dari yang lalu
Inikah pohon yang bisa aku tempati
Inikah burung yang bakal selalu isi hati
Lupakah masa dingin yang baru saja berlalu
Hingga semi bersulang diri
Ternyata mata memang tertutup hati
Kicau burung untuk semua
Teduhan pohon untuk bersama
Tak ada yang khusus untukku
Tak ada yang istimewa bagimu
Atau…
Semua bisa bilang…
Burung bernyanyi hanya untukku
Pohon teduhkan hanya jiwaku
Karena demikianlah adanya
Tapi…
Jangan kecewa bila
Ternyata semua bisa bilang begitu
Ada lagu khusus untuknya…
Maka
Daunpun luruh
Meski semi baru dimulai