Ketika Cinta tak Bisa Memilih
Tuesday, May 31st, 2005Kalau aku tak bisa mencium bibirnya yang tipis dan seringkali tersenyum manis
Biarkanlah aku hanya bisa tawarkan kata bahwa aku ingin menciumnya
Kalau aku tak bisa memeluk tubuhnya yang padat dan berisi
Biarkanlah kutawarkan jaketku dan bayangkan dirinya hangat dipelukku
Kalau diriku tak mampu lagi berikan janji yang menyatukan batin dan jiwa
Biarkanlah kutawarkan kehangatan badan yang lekang segera
Kalau aku tak mampu lagi ucapkan cinta seperti kisah romi dan juli
Biarkanlah kuungkapkan laku dan paduku serta berharap dirinya mengerti
Salahkah aku yang menolak pikirku dan hambakan diri pada emosiku
Salahkah kamu yang biarkan diriku tetap memelukmu meski kamu bukan milikku
Pikirku berucap bahwa kamu lebih pandai, kaya dan tampan
Hatiku berontak bahwa dia lebih cerdas, mengelora dan liar
Salahkah bila aku memilih hatiku daripada pikirku
Salahkah dia bila tawarkan kegelisahan yang menggundah
Bukankah cinta tak memilih
Hanya untuk mereka yang tampan dan kaya
Bahkan cuma kecoak comberanpun berhak rasakan itu
Karena cinta tak bisa memilih
Hanya rasa yang melayang…
Tapi bilang cinta… itu soal lain
Karena itu bukan lagi soal hati
Melainkan bijak nan bestari…
Karena cinta tak bisa memilih…
Biar aku termangu sendiri…